OH NO I'VE FALLEN IN LOVE WITH THE BAD BOY!!!!
Author: Fazira NS
Genre: Romance, joke, adult and more
This is only fanfiction about Justin Bieber, when u don't like don't read.
Silahkan beri komentar pada fanfic saya kali ini;) thx hope you like it.
Happy reading guys!!!!
Chapter 1
SORRY FOR TYPOS!
AND HAPPY READING GUYS! Mwaah :*
KRIIIIIIIINNNGGGGG!!!!!
“UGH! Dasar alarm! Kerjaannya mengganggu doang!” gerutu gue sambil membuang alarm gue.
Ini udah jam 6.40am, kalo gue ga gerak cepat, gue bakalan telat. Today is my first day in Maria High. Iya, gue akan menjadi siswi baru di sana. Gue baru minggu lalu pindah ke L.A. Awalnya gue tinggal di Paris. Gue pindah karna Dad gue mau fokusin buat ngurus perusahaannya yang di L.A dan mom juga mau buka cabang baru buat butiknya di L.A. By the way, nama gue YFN, you can call me YN. I’m 16. My friends always tell me that I’m gorgeous and I have natural beauty, but I just don’t see it!
Gue dengan segera menuju kamar mandi dan siap-siap buat sekolah. Ga lama, gue selsai dan segera turun buat sarapan. Di rumah, gue Cuma tinggal sama pembantu doang. Mom Dad gue selalu sibuk dan jarang pulang semenjak pindahan kami ke L.A. But it’s okay, I still love them!
Ketika gue udah sampai di ruang makan, gue pun Cuma makan sandwich sama minum susu doang. Tiba-tiba gue ngerasa iPhone gue geter, gue liat, ternyata sms dari mom.
From Mom <3
“Morning sweetheart! I’m trully sorry that me and your father were not able to wish you luck in your first day! I wish you the best of luck and have a great day. Luv you, hunn! Mom :)”
Gue tersenyum saat baca smsnya mom. Walaupun mereka selalu sibuk dan jarang pulang, mereka masih sempat untuk memberikan perhatiannya ke gue meski hanya lewat sms :) gue pun membalas sms mom.
To : Mom <3
“It’s okay about that, and thanks mom! I’ll try to have the best day. Love you too! xx”
-SKIP-
MARIA HIGH!
Gue memarkirkan mobil gue. Gue melihat ke sekeliling sekolah. Sekolah ini jauh lebih megah dari apa yang gue bayangin. Gue berjalan masuk ke gedung sekolah ini. Banyak yang ngeliat gue, mungkin mereka sadar kalo gue ini siswi baru. Dan banyak juga cowok-cowok yang mencoba buat ngegodain gue. But I don’t care!
Setelah lama keliling, akhirnya gue ketemu juga sama ruang kepala sekolah. Gue ketok pintunya, lalu gue dipersilahkan masuk. Saat gue buka pintu, gue liat ternyata ada seorang cowok di sana. Apa dia anak baru juga?
“Silahkan duduk! Tunggu sebentar ya! Saya harus menangani siswa ini dulu.” Kata ibu kepala sekolah. Gue pun Cuma ngangguk. Gue melirik ke kanan dan melihat cowok itu yang ternyata sedang natap gue juga. His honey brown eyes met mine and we stayed like that for a few seconds. Gue mengalihkan pandandangan gue dari dia dan milih natap ibu kepsek. Gue masih bisa merasakan kalo cowok itu masih memandang gue. Ugh! Gue ngerasa ga nyaman banget!
“So, Justin! Ini udah yang kesekian kalinya kamu menghadap saya dengan kasus yang sama. Kamu tidur di kelas lalu membentak guru saat ia mencoba untuk membangunkanmu. Kamu sebenarnya punya niat sekolah atau tidak?!” bentak ibu kepsek ke cowok itu. Ternyata namanya Justin. Bad boy, eh?
“Baiklah, saya harus memanggil orang tuamu besok. Karna kalo dibiarkan, kamu tidak akan kapok, Bieber! Kamu boleh keluar sekarang.” Tambah ibu kepsek itu lagi. Lalu tuh cowok yang katanya namanya Justin itu langsung bangun dan keluar. Dia masih tetap memandang gue. Apa ada yang salah dari muka gue?-_-
“You’re YFN, right? Welcome to Maria High! I’m Ellina, the principal.” Katanya ramah.
“Here you are, have a nice day!” katanya lagi sambil memberikan jadwal gue. Gue pun tersenyum lalu pamit.
“Number 222” gumam gue pelan sambil melihat nomer di kunci loker gue. Gue pun mencari loker gue. Pas ketemu, gue membuka loker gue, tapi tiba-tiba gue merasakan ada tangan yang melingkar di pinggang gue. Seseorang memeluk gue dari belakang. Pas gue liat ke belakang, ternyata Justin. Cowok bermasalah di ruang kepsek tadi.
“Hey princess” bisiknya tepat di telinga gue. Dia meletakkan dagunya di bahu gue. Gue jadi risih!
“W…what the hell do you want?!” bentak gue setengah berbisik.
Dia membalikkan badan gue jadi menghadap dia. Tangannya masih di pinggang gue. Dia mendekatkan wajahnya ke gue. Hidung gue sama hidung dia bertemu……. “I want you, baby!” bisiknya sambil menjilat bibir bawahnya.
Gue mencoba untuk mendorong tubuhnya, tapi gue ga bisa. Dia menahan tubuh gue kuat banget.
“Ugh! Lepasin gue!” kata gue masih mencoba untuk melepaskan diri dari dia. Tapi Justin terlalu kuat.
“Relax babe, I won’t hurt you!” bisiknya pelan dan mendekatkan lagi wajahnya ke gue. Hidung kami bertemu lagi.
Dia makin dekat, hampir menyentuh bibir gue, sampai akhirnya………………… dia nyium pipi gue. Gue merasa pipi gue panas, gue blushing!
“I’m Justin Bieber! What’s your name, babe?” bisiknya. Wajah kita masih deket banget.
“I….I’m YFN, Y……YN….” Kata gue gugup. Gue masih shoch aja karna tadi dia nyium pipi gue.
“I… I have to get to class, so could you please move?” kata gue masih berusaha
“You can’t run away from me babe, you’re mine! I want you and I always get what I want!” katanya sambil ngewink lalu ninggalin gue berdiri mematung di depan loker.
What the hell just happened? And since when was I his?
“So, he is the bad boy in our school!” gue denger seseorang ngomong dari belakang gue. gue balik badan dan ngeliat dua orang cewek berdiri di belakang gue.
“Excuse me?” tanya gue bingung.
“Yeah, he’s Justin Fucking Bieber the sexiest guy in our school and the bad boy. I’m Natalia, by the way.” Katanya ramah.
“Oh, and I’m Anna. Nice to meet you, uh…..”katanya sambil megang dagunya bingung.
“My name is YN.” Kata gue sambil senyum.
“Umm YN, gue saranin ya, mending lo ga usah deket-deket sama Justin. Dia itu udah terkenal player dan Bad boy banget dah!” kata Anna lagi.
“Yep, that’s right, girl! Justin is the school player. He will win your heart and then break it like glass! He has been with every girls in this school. Dia akan melakukan apa aja sampai dia berhasil ngedapetin hati lo dan buat lo jatuh cinta sama dia. Lalu setelah dia dapatkan apa yang dia inginkan, dia akan ninggalin elo gitu aja.” Jelas Natalia.
Gue shock! Separah itukah Justin? Sayang mukanya ganteng tapi kelakuannya begitu banget.
“Tapi….. Kenapa harus gue?” tanya gue bingung. Kok bisa Justin yang seorang bad boy mau sama cewek kayak gue.
“Well, because you’re gorgeous babe!” kata Natalia. Lalu seketika gue blushing :3
“Awww, that’s sweet! But you must keep your distance with him.” Kata Anna.
Gue pun Cuma ngangguk doang.
-SKIP-
Gue sekarang lagi belajar di kelas. Dan gue ngerasa risih banget soalnya dari tadi Justin natap gue terus. Dia duduk di bangku seberang gue. gue duduk sama cowok blonde yang namanya Cody Simpson. Dia baik dan kocak juga orangnya.
Selama di kelas, gue sama Cody Cuma ngegosip doang, bahkan Cody juga ngata-ngatain guru sejarah yang lagi menjelaskan di depan kelas.wkwk Gue Cuma ngakak aja sama becandaan si Cody. Sesekali gue melirik ke arah Justin, dia tetep natap gue. emang ada yang salah ya sama wajah gue? Duh gue makin risih-_-
Ga lama, bel bunyi. Finally! Lunch! Sebelum keluar, gue sama Cody tukeran nomer hape gitu dan pas gue tukeran nomer sama Cody itu, Justin tetep mandang gue sambil berdiri dan nyender di pintu kelas. Ugh!-_-
Gue jalan ke luar kelas melewati Justin yang berdiri di pintu. Dia senyum ke gue! OH MY GOSHHHH!!! HE’S SO CUTE!!! Tapi gue pura-pura cuek sih, dan jalan gitu aja tanpa ngebales senyumnya dia.
Gue lagi di loker dan mau nyimpen buku-buku gue. soalnya gue udah ditunggu sama Anna dan Natalia di kantin.
Pas gue mau nutup loker, gue ngerasain sepasang tangan kekar melingkar di pinggang gue dan ada bibir yang nempel di leher gue. Gue yakin ini pasti Justin. Sentuhan sama wanginya udah familiar bagi gue. Pas gue nengok dikit, Justin langsung ngejilatin leher gue. Eww!!
“J….Justinnnn…..” kata gue risih dengan kelakuan Justin ini.
“You’re all mine babe, you got that? I don’t wanna anyone else trying to take you away from me!” katanya samih ngejilatin leher gue. Bukannya ngelarang atau melawan, gue malah keenakan diginiin sama Justin! Shit! Whas’s wrong with me
Bersambung :p
Makasih udah mau baca! :')
Tidak ada komentar:
Posting Komentar