Follow Me

Selasa, 10 Maret 2015


POPULAR 3

@faziranurlian

“Aku bisa menyelamatkan diriku sendiri opa” seruku lalu kakiku
terpeleset dan aku jatuh ke jalan raya namun..
“kau tidak bisa menyelamatkan dirimu sendiri bodoh” ujar
seseorang yang saat ini masih menggendong tubuhku. Syukurlah aku
belum jatuh menghantam aspal jalanan.
“Justin?!” mataku membulat sempurna ketika mengetahui bahwa
Justin yang menggendongku sekarang.
"Awwhhh shit!" seruku ketika bokongku sedikit menghantam
trotoar jalanan. Justin menurunkanku paksa.
"Sorry sengaja" kata Justin meninggalkanku.
Aku memegang tanganya cepat. "Justin kumohon bawa aku kemana
saja! Asal aku tidak bertemu dengan keluargaku yang sebentar lagi
pasti kesini.. kumohon" pintaku dengan wajah memelas. Tapi Justin
hanya tertawa
"Jangan bodoh seperti itu. Aku harus mengantarkan Kendall pulang,
so bye" Jawab Justin santai lalu dia benar-benar meninggalkanku
di jalanan sendiri.
Aku mendengar suara gaduh mendekatiku. Aku tahu itu pasti
bodyguards. Aku segera memaksa kakiku yang masih sedikit nyeri
untuk berlari sekencang mungkin. Aku terus berlari, berlari sejauh
mungkin, tentu saja nafasku tidak terkendali. Aku tidak tahu
harus kemana, Aku melihat kebelakang bahwa sudah tidak ada
siapa-siapa lagi. Siang ini langit sedang sedih jadi udara dingin
yang menusuk sampai ketulangku cukup membuatku menggigil
dibawah bilik kosong ini. Aku memeluk tubuhku sendiri.
"Hei kau kedinginan.... ini pakai"
"Justin.. kau?" tanyaku sembari memakai mantel yang diberi Justin
beberapa detik yang lalu.
"Jangan terlalu percaya diri. Aku baru saja mengantar Kendall
latihan biola. Aku hanya melewati jalan ini dan meilhat seongok
makhluk jelek sepertimu disini" jawabnya tanpa menoleh. Aku hanya
menghela nafas.
"kau boleh pulang sekarang" kataku datar. sejujurnya, aku tidak
tahu akan membicarakan apa disini, bersama Justin.
"Oh jadi kau berani tidur di bilik kecil dan kotor ini? jadi aku
tidak salah memanggilmu kucing, kucing aneh" ujar Justin
memperhatikan bilik yang sama sekali tidak mempunyai pintu ini.
"Kalau saja aku mempunyai tangan yang kuat, aku ingin sekali
memukul hidungmu hingga patah!" kataku menatap Justin tajam.
"Oya? Aku pikir itu mustahil" ucap Justin dan dia
menertawakanku. Sungguh aneh.
"sudah sana kau pulang" aku mendorong tubuhnya yang penuh tatto
itu.
"Kau boleh ikut denganku" sahutnya yang sudah stay di dalam
mobil. Aku memikirkan itu keras, aku tentu tidak ingin tidur dibilik
kecil kumuh ini.
"Baiklah. kau memaksaku. Jadi aku akan ikut denganmu" kataku
memasuki mobil buggatti merahnya.
"dasar bodoh. aku sama sekali tidak memaksamu" jawab justin
yang membuatku terkekeh.
Justin melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Beberapa menit
berikutnya, hujan turun membasahi Beverly Hills. Jalanan terlihat
sangat sepi, mungkin musim salju akan turun. Dimobil, tidak ada
obrolan apapun, Justin sibuk fokus dengan jalanan yang sedari
tadi kami lewati dan aku hanya mendengarkan musik slow dari
iPod-ku.
"Justin.. Justin kau dimana" lamunanku pecah ketika melihat tidak
ada Justin di sebelahku.
"Aku disini" jawab Justin tertawa yang ternyata berada di
sampingku,dia membukakan pintu untukku. Malu sekali ternyata
kami sudah sampai.
"Alexa ini hujan. Kemarilah" sahut Justin yang menaruh jaketnya
diatas kepala. Aku tentu saja menghindar, tidak mau didekatnya
karena ew aku tidak mau berdekatan dengan manusia bodoh itu.
Tiba-tiba Justin memelukku dan Justin menuntunku masuk kerumah
yang tidak kalah mewah dengan rumahku dan opa.
"ihhhh menyingkirlah Justin!" Aku mendorong Justin ketika kami
telah sampai didepan pintu rumah justin dengan warna putih besar
dan tinggi. Tubuhku terlanjur basah kuyup seperti ini.
"Alexa kalau kau sakit siapa yang susah hah? jangan membuatku
repot Alexa" kata Justin menautkan kedua alisnya.
"bodoh. lagipula aku gadis tangguh , tidak mungkin sakit" ucapku
cepat. Justin hanya menatapku tajam lalu berjalan menuju kedalam.
Aku dan Justin masuk kerumah Justin yang super mewah seperti
ini. Setara dengan kemewahan rumahku. tapi tetap saja, honestly
rumahku adalah rumah ternyaman didunia. Aku melihat sekeliling,
tidak ada siapa-siapa selain aku dan Justin.
"Justin... orang tuamu dimana?" tanyaku lirih. Justin menoleh
kearahku dan menatapku.
"Ayahku meninggalkan ibuku sejak aku kecil. Ibuku sedang
mengururs butiknya di Los Angeles untuk beberapa bulan kedepan"
jawabnya memberiku secangkir kopi hangat. Aku hanya mengangguk.
Aku duduk dikursi makan dan menyeruput kopi hangat buatan pria
menyebalkan.
"sthhh panas sekali! kau sengaja ya Justin!Aku membutuhkan kopi
hangat bukan kopi panas bodoh!" seruku menahan rasa membara
dilidahku.
"Kau pikir aku pelayanmu hah? dasar! hidupmu penuh dengan
bantuan orang lain Alexa" jawab Justin duduk di sampingku yang
membuatku terdiam.
"Ah dingin sekali , aku ingin ganti baju" kataku keceplosan. Shit!
justin laki-laki Alexa.
"haha konyol! lihatlah pipimu Alexa! memerah" ujar Justin tertawa
melihatku yang salah tingkah. "Ayo.. saatnya memilih baju" kata
Justin masih dalam keadaan tertawa. Menyebalkan.
Aku dan Justin menaiki tangga yang bentuknya sungguh unik. lalu
Justin memasuki kamar, lalu akau harus apa? mengikutinya masuk?
hell no.
"Masuk Alexa! jangan bersikap bodoh." ujar Justin mengandeng
tanganku masuk kekamarnya.
"kau yang bodoh Justin! Kau laki-laki dan aku perempuan. Coba
kau pikirkan dan renungkan bodoh" seruku membentak. Justin
hanya menatapku aneh. Tapi akhirnya aku pun memasuki kamar
Justin.
"hei bagaimana kalau kau memakai ini? setidaknya kau akan
terlihat feminim" ujar justin tertawa sembari menunjukan baju
kuning selutut tanpa lengan. Mungkin milik ibunya. "jangan berfikir
macam-macam, ini milik ibuku" nah benar. "milik mantan-mantanku
dan kendall tentu saja sudah mereka bawa pulang" did you know
what i mean?omg justin.
"what are u talkin about??" tanya ku mengalihkan pandangan.
"tidak mau. Jangan harap aku akan memakai pakaian seperti itu"
sambungku.
"ini pakai" ujar Justin memberiku 1 kaos putih dan celana panjang
santai hanya untuk tidur.
"ini lebih bagus" jawabku menghela nafas lalu berjalan menuju
kamar mandi yang baerada didalam kamar.
"damn....! Perutku tidak stabil... awas!" seru Justin menahan ku
yang hendak memasuki kamar mandi. lalu Justin menutup pintu
kamar mandi dengan keras.
"Justin!!! lalu bagaimana aku mengganti bajuku hah? ini sudah
terlalu dingin" seruku mengetuk pintu kamar mandi dengan keras.
tidak ada balasan apapun dari Justin. tapi sungguh, aku sudah
sangat dingin.
Aku memutuskan untuk berganti pakaian sekarang. lagipula , Justin
lagi didalam kamar mandi. Aku memakai celana panjang untuk tidur
terlebih dahulu lalu aku membuka atasanku, untung saja braku
tidak basah.
"AAAAAA Justinnnn!!" teriakku saat Justin sudah berdiri di depan
pintu kamar mandi. Shit mengapa secepat itu tuhan
"...." Justin hanya diam menatapku dari atas kebawah. yatuhan
apa yang akan terjadi. Justin mendekatiku
Aku mencari kaos putih untuk dipakai tapi tidak ada! yatuhan
dimana kaus itu... Aku mencari dikolong bed lalu di karpet lalu....
tidak ada. Justin masih menatapku dengantatapan nakal. Sial.
"ada Apa kau melihat seperti itu! Apa kau tidak pernah melihat
tubuh sexy seorang model hah" kataku tertawa.
Justin menghampiriku dia menyingkirkan rambut coklat ku yang
menutupi bagian depanku menjadi kebelakang. Aku hanya menahan
nafasku dan menatap mata justin yang juga menatapku. hatiku
rasanya 26T$%$&&$#@$%$%^%%#$%%^ he is so damn
perfect.
Justin memegang pipiku dengan satu tanganya lalu dia mencium all
around my neck. tangan kanannya menahan punggungku supaya lebih
mendekat.
"Hell no Justin! what are you doingg" kataku lirih karena Justin
masih mencium leherku. lalu Justin menatapku lama. menatap
mataku lebih tepatnya. finally, his lips on mine.
"Aghhhh kau menendang adik kecilku Alexa" teriak Justin kesakitan
karena jerrynya aku tendang. Enak saja dia mencium bibirku
sembarangan.
"rasakan! Jangan lagi kau memperlakukan ku seperti tadi. Aku
membencimu" kataku menggambil kaus putih yang ternyata tepat
berada didepan kamar mandi. lalu masuk kekamar mandi untuk
membersihkan tubuhku dengan air hangat.
**
            Pagi yang cerah. Aku sudah mengenakan hotpants dan kaus
putih tanpa lengan. Aku dan Justin tadi malam membeli pakaianku
untuk beberapa hari. i'll tell you tadi malam aku tidur di kamar
pattie-ibu Justin- namun aku tidak bisa tidur dan ada badai kecil
yang menghasilkan suara petir yang menyeramkan. lalu aku menuju
lantai atas , kamar Justin. ternyata Justin masih memainkan
games. Justin mengijinkanku tidur dikamarnya namun aku hanya
tidur di sofa dengan selimut tipis. Tapi beberapa menit lalu aku
bangun, tubuhku merasa nyaman dan ternyata Justin
memindahkanku ke kasur empuk besar miliknya dan Justin tidur di
sofa. how sweet <3 lol no.
"Pelayanku sudah membuatkan makanan. Kalau kau lapar ya makan
kalau tidak ya tidak" ujar justin sedikit aneh. lalu dia
meninggalkanku di sofa depan.
"Justin... kau pasti ada acara bersama kendall ya?" tanyaku
sembari mengunyah sandwich.
"tentu saja" jawabnya tanpa menoleh. #typical
"ohh..." jawabku hampir tidak bersuara.
ya pastilah Justin memilih hangout bersama kendall -kekasihnya-
daripada aku-gadis menyebalkan yang hanya numpang dan baru
dikenal kemarin-
Aku menghela nafas. Aku memikirkan opa dan Hailey. Bagaimana
keadaan mereka ? Apa mereka menghawatirkanku? Akurasa tidak.
Aku selesai lebih dulu memakan makananku. lalu aku menuju sofa
depan dan menyalakan televisi canggih yang berada didepanku.
"Seorang model Victoria Secret kini sedang berduka karena
kehilangan anak tirinya yang dikabarkan meninggalkan rumah tanpa
sebab. Selain itu, George Russo dengan segenap polisi telah
melakukan pencarian ke seluruh penjuru Calfornia untuk 3 hari
kedepan. Rupanya Ayah dari Alexa Russo,yaitu Richardo Russo akan
memberikan beberapa dollar yang akan diberikan kepada si penemu
anak kandungnya alias Alexa Russo. Terlihat George tampak keluar
dari toko bersama Hailey Baldwin kemarin malam
“Mr.Russo bagaimana tanggapan anda tentang hilangnya
Alexa Russo Mr?”
“ya… Aku sangat merindukanya. Aku harap dia segera
kembali… I love her so much”
Semua keluarga Russo terlihat sangat cemas dan khawatir akan
kehilangan putri cantik yang tomboy----“
Belum selesai berita itu disampaikan, aku lebih dulu mengganti
channelnya. Aku muak dengan semua ini, apalagi Ayah akan
memberikan beberapa dollar untuk orang yang menemukanku, itu
artinya orang-orang akan menangkapku untuk meminta imbalan.
GODDAMN
“ekhm… “ ternyata Justin telah berdiri disampingku, mungkin
sudah beberapa menit yang lalu.
“hm… Justin kumohon jangan tangkap aku dan jangan serahkan aku
kepada Russo Family karena ak-“ kataku terpotong. Aku berbicara
seperti itu karena aku piker Justin akan membawaku kembali dan
meminta dollar kepada ayah.
“Tidak mungkin. Aku memiliki kekayaan lebih” sambung Justin
cepat. Aku hanya menunduk dan terdiam.
“terserah” ucapku menuju dapur. Aku haus.
“Aku pergi” hanya dua kata tersebut yang kudengar dari Justin lalu
dia menggunakan glasses hitam dan berjalan keluar menaiki mobil
buggati yang sudah di siapkan oleh pelayan.
Setelah satu jus jambu aku habiskan aku memaksa bokongku untuk
duduk didepan televise lagi. Tapi kali ini aku tidak menyalakanya.
Aku hanya membuka ponselku , tepatnya membuka MSC social media.
Hari ini memang libur.
Tertulis banyak sekali status bahwa mereka bangga dengan Justin
yang ternyata memiliki bakat menyanyi, dan salah satu account
menyampaikan bahwa dulu Justin hanya sering membuat graffiti
tanpa memedulikan sekolah musiknya. Beberapa guru juga membuat
berbagai macam status tentang Justin dan Kendall – sebagai murid
yang paling mahir dalam bidangnya masing masing- dan aku terus
mengupas berita apa yang sedang tren sampai aku menemukan
“ Justin and Alexa”
Aku membelalakan mataku penuh tanpa babibu aku mengklik satu
account tersebut dan melihat beberapa gossip disana.
“I’m getting jealous”
Itulah status terakhir dari pemilik account yang sudah pasti dia
pria. Apa maksutnya? Sungguh rumit.
Aku beranjak dari sofa dan memilih untuk pergi keluar
rumah membosankan ini. Aku melihat 3 skateboard di pojok ruang.
Dan yap! That’s my moodbooster. Aku mengambil skateboard
berwarna ungu dengan bertuliskan ‘bieburr’
Aku berlari kearah pagar utama rumah Justin
“Nona Alexa?”
“ya. What happen?” tanyaku tanpa menoleh ke 3 bodyguards yang
sangat tinggi dan gagah.
“Kau mau kemana?” Tanya salahsatu dari nya.
Aku hanya menggerak-gerakan skareboard yang kubawa.
“Kalau begitu mari kami antar ditempat khusus bermain skateboard
milik Mr.Bieber” jawabnya yang membuat emosiku naik.
“ Tolong jangan mengatur hidup saya! Minggir! Aku bisa
menyelamatkan diriku sendiri bodoh” kataku menatap tajam kearah
3 bodyguards Justin.
“tapi, Mr. Bieber meminta kami untuk melakukanya”
Aku hanya diam dan berjalan lurus kearah jalanan. Beberapa dari
rumah Justin yang superduper mewah itu kini aku menemukan
tempat untuk berskateboard. Namun ada seseorang disana
memainkan skateboard kuning miliknya sendiri. Aku menjadi ragu.
“Hi apa kau mau ikut bermain?” tanyanya. Awalnya ia shock
melihatku berdiri disini namun setelah itu ia sepertinya baik.
“okey. Namaku al-“ omogangku terputus karena pria berambut
coklat ini memotongnya.
“Alexa Russo. Semua orang sudah tau” ujarnya cepat lalu
tersenyum. “Um.. Aku Matthew Espinosa. Tenang saja aku bukan
tipe orang yang suka  memata-matai untuk menemukanmu lalu
mendapatkan imbalan dollar banyak dari ayahmu”sambungnya yang
membuatku sulit menelan ludah.
Semua orang tahu aku.
Semua orang tahu keluargaku.
“ya I trust you” kataku lalu memainkan skateboard milik Justin.
Dua jam aku habiskan untuk bermain skateboard bersama Matthew,
ternyata setelah aku mengobrol banyak denganya dia itu juga murid
dari Musical School Beverly Hills, California. Aku tidak peduli
dengan 3 bodyguards Justin yang sama sekali tidak penting itu.
Mereka hanya berdiri dan mengawasi setiap gerak-gerikku.
Aku sulit untuk bebas. Dan mungkin aku tidak bisa lagi bebas
layaknya remaja zaman sekarang.
Ya this is my life.
****
            Aku selesai mandi, jam menunjukan pukul 7 malam
ternyata. Justin juga ku rasa sedang membersihkan tubuhnya
dikamar mandi bawah karena yang kutahu dia beberapa menit baru
datang setelah seharian menghabiskan hari bersama kekasihnya,
Kendall.
“kau tidak menungguku?” kata Justin tiba-tiba, lalu dia duduk di
kursi makan yang berada didepanku. Justin looks so hot with his
messy blonde hair omg.
“itu tidak penting” jawabku masih saja memakan spaghetti buatan
pelayan Justin. Malam ini aku hanya menggenakan celana selutut
santai untuk tidur dan tanktop abu-abu.
“Oya… Tolong jangan berlebihan Justin, untuk apa kau menyuruh
bodyguards mu untuk mengawasiku? Aku sudah katakana aku bisa
menjaga diriku sendiri” sambungku menatap Justin
“Aku pekerjaan kepada bodyguardsku saja” jawabnya santai, masih
tetap melahap spaghetti yang ternyata sudah dihabiskan separo.
“Tapi aku tidak bisa bebas Justin!!! Aku muak denganmu dan
opa! Kalian berdua sama sama mengurungku seperti burung… Aku
hanya ingin bebas bermain dimanapun seperti remaja lainya!”
bentaku
“Kau tidak bisa Alexa” jawab Justin masih tidak menatapku. Dia
melanjutkan makanya.
“Sudah beberapa kali aku menegaskan kepadamu! Aku bisa
menyelamatkan diriku sendiri!” Bentakku lagi sedikit menggebrak
meja. Lalu aku menunduk karena Justin berhenti memakan
spagettinya dan matanya mengarah ke mataku tajam.
"KAU TIDAK BISA MENYELAMATKAN DIRIMU SENDIRI ALEXA.
LIHATLAH LUKA INI?" ujar Justin memegang lututku yang aku
perban karena jatuh saat bermain skateboard.
"TAPI BODYGUARDS JUGA TIDAK BISA MEMBUAT LUKA KU
MENGHILANG KAN JUSTIN?!" tanyaku balik dan menatap Justin
yang sedang terjongkok melihat lukaku.
"Alexa----"
tut tuttttt sambungan terputus :p
~~~~~~~~~

To be continued besok ya aku udah selesai bikin di kingsoft office dr hp aku, tinggal aku share, maaf jelek,gaje,garing jan lupa follow gue @faziranurlian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar