Follow Me

Selasa, 10 Maret 2015

Re-post POPULAR 2


RE-POST
POPULAR 2

MAAF YA TADI PAGI ENTRI POSTINGANNYA GAJELAS JADI AKU POST ULANG. THANKS ;-)
follow twitter @faziranurlian


 DAN AKU LEBIH MEMBENCIMU JUSTIN"
*
            Setelah kejadian di cafetaria beberapa jam yang lalu.
Kini, aku membuka akunku dan melihat banyak foto Justin dan
kendall dengan wajah buruk dan tidak dapat di tahan lagi tentu
saja aku tertawa terbahak-bahak. Bukan hanya itu, beberapa
murid MSC ada pula yang membnciku akan kelakuanku tadi. aku
tidak peduli akan itu.
"Alexa!" teriak Opa yang sudah keluar dari mobil putih bersih
mewah miliknya. tak lupa bodyguardnya stay di belakang. Ugh aku
membenci ini.
"What's going on?" bisikku menghampiri Opa.
"Kita akan menjemput dia sekarang"
"maksut opa, kita akan menjemput anak ayah dan ibu sekarang? di
los angeles?!" kataku tidak percaya.
"ya sayang" jawab opa santai lalu ia mendahuluiku masuk kedalam
mobil lamborgini putih.
"opa but......." kataku terpotong karena sebuah mobil yang berisi 2
manusia aneh;Justin dan Kendall tersenyum sinis kearahku dan
menunjukan kemesraanya. HELL! who are you bieber?! Aku segera
memasuki mobil dan melipat kedua tanganku didada.
"Don't be sad like that Alexa! you're a strong girl babe... ini ada
makanan untukmu" Opa mencoba menghiburku dan memberiku
bungkusan.
"oh yeah! lasagna! thank you opa! i love you with all my heart"
sahutku ceria seraya membuka bungkusan lasagna yang masih
hangat.
Perjalanan masih lumayan jauh. Hujan rintik rintik memenuhi
penglihatanku melalui jendela mobil ini sekarang. Udara dingin
berhembus melalui celah celah kaca mobil. Aku memikirkan akan
sesuatu, sesuatu tentang anak ayah dan victoria. Aku bahkan sama
sekali belum pernah bertemu denganya. ya aku tahu wanita yang
bernama belakang baldwin itu seorang model terkenal di California,
tapi aku tidak tahu wajahnya sedikit pun. Aku hanya tau ibunya,
victoria secret. dan aku rasa anak ayah dan victoria akan sangat
cantik sekali -aku hanya menebak-
"pakai mantel ini nona"
Tak terasa aku sudah turun dari mobil mewah milik opa dan
berjalan menuju rumah mewah -tapi tidak semewah rumahku di
Beverly hills- aku berjalan dengan tangan yang ku gosokkan. Udara
saat ini terasa sangat dingin. Tanpa kusadari 1 pelayanku sudah
berada di sampingku memberiku mantel. tanpa aku menjawab aku
bergegas memakai mantel tersebut dan berjalan membuntuti opa. eh
darimana pelayanku datang? aku menoleh ke belakang dan ternyata
2 mobil bodyguard terparkir dibelakang mobil lamborgini opa.
yatuhannn berlebihan sekali.
"Oh hi Dad!" seru Ayah memeluk opa. Lalu ia menoleh kearahku dan
tersenyum hangat "I miss you babygirl" seru Ayah memeluku. Aku
hanya membalas pelukanya dan membayangkan betapa aku
merindukan pria ini. Ayahku.
"Welcome Mr.Russo. oh Hello Alexa Russo! aww girl you look so
pretty" teriak victoria dengan suara melengking. Ah aku membenci
ini.
Kami semua -kecuali bodyguard dan pelayan- masuk kedalam rumah
mewah milik Ayah. Aku memandangi foto-foto besar yang
terpajang. Seharusnya di foto itu ada aku, Ayah, dan Amanda -ibu
kandungku- tapi itu mustahil kami tidak mungkin berfoto
seharmonis itu.
Aku memaksa bokongku untuk duduk di sofa berwarna putih bersih
ini. Victoria tidak berhenti berbicara tentang aku dan anaknya
yang sampai saat ini aku belum tahu namanya. Sungguh, yatuhan
bolehkah aku terbang dan pulang kerumah ditemani dengan sejuta
snack yang aku inginkan?
"Hailey... you look gorgeous today" ujar opa yang membuat
lamunanku buyar. Aku menatap wanita putih langsing dan berambut
pirang ini dengan perasaan 'wtf she is so pretty'. Berbeda 100%
denganku yang dingin cuek dengan segala kekacauan pada
penampilan. Hailey tampil hanya dengan kaos panjang abu-abu dan
hotpants, dia terlihat sangat sopan dan anggun ,pantas saja dia
menjadi model.
"thank you umm Opa" lirih Hailey di akhir kalimat. ya mungkin dia
belum terbiasa.
"I'm Hailey Baldwin, oh maksutku Hailey Russo" sapanya ke arahku
seraya meraih tanganku untuk berjabat tangan denganya.
"Alexa Russo" jawabku singkat tanpa member senyuman apapun. Aku
tahu mereka bertatap-tatapan. Mungkin saat ini opa merasa tidak
enak dengan Victoria.
“Um…. Ayo aku antar ke kamarmu sayang” kata Victoria yang
berhasil membuat mataku melotot.
“What? Aku tidak ada rencana menginap disini, sorry” jawabku
dengan santai masih dengan keadaan duduk di sebelah Opa.
“Alexa! Kau turuti saja. Maaf opa tidak memberitahumu soal ini”
bisik Opa ketelingaku. Aku hanya memutar bola mataku dan berdiri.
Aku berjalan dibelakang dua wanita model ini. Ya siapa lagi kalau
bukan Victoria dan Hailey. Aku melihat bangunan bangunan rumah
Ayah, ternyata kalau sudah sampai dalam rumah ini terlihat sempit
dibanding rumahku di Beverly Hills tapi aku akui tatanan dirumah
ini terlihat sangat indah dengan hiasan-hiasan berlian yang
berwarna warni. Sampai akhirnya mereka berhenti dan memeberiku
senyuman hangat.
“Alexa, kau tidur disini. Selamat beristirahat sayang” kata
Victoria mencium puncak kepalaku. Aku hanya mengangguk dan
masuk kedalam kamar tersebut. Lalu Victoria meninggalkanku dan
Hailey.
“Mau apa kau disini?” tanyaku dengan polosnya
“Aku tahu kau lapar” jawabnya.
“Bagaimana kau tahu?” tanyaku dengan menatapnya sinis. Hailey
duduk di ranjang yang sedangb kutiduri sekarang.
“Blog biodata tentang kehidupanmu” jawab Hailey tersenyum.
“Apa? Aku tidak pernah membuat blog satu kalipun”
“bukan kau bodoh. Tapi penggemarmu” jawab Hailey yang berhasil
membuatku merasa bingung. Aku duduk di sebelah Hailey.
“Aku tidak punya penggemar. Apa kau punya pelayan? Aku ingin
kopi hangat sekarang” Aku mencoba mengalihkan pembicaraan
sembari berjalan menuju jendela dan membuka tirainya.
“Aku akan membuatkan untukmu. Tunggu” jawab Hailey
meninggalkanku sendiri dikamar yang asing ini. Aku hanya menghela
nafasku
Pukul jam 11 malam, angin malam dari jendela kamarku berhembus
sangat kejam menghantam kulitku yang hanya dibaluti dengan kaus
putih polos dengan celana santai untuk tidur. Aku beum bisa tidur,
asal kau tahu aku memikirkan pria sialan itu, ya Justin. Aku
benar-benar ingin melihat penampilan menyanyikan lagunya besok.
Entah apa yang membuatku seperti ini, perasaan ingin kabur dari
rumah Ayah terbesit diotaku. Aku yakin kalau saja aku tidur disini
pasti besok opa menyuruhku libur dari sekolah dan aku tidak akan
mau itu terjadi.
“Aku harus berani mengambil resiko” lirihku beranjak dari ranjang
besar yang empuk itu. Lalu mengganti celana tidurku dengan jeans
tak lupa aku memakai mantelku.
Aku berjalan seperti maling menuju kepintu utama rumah ini. Tapi
nihil, sudah pasti ada bodyguard opa disekitar pintu utama. Aku
kembali berbikir dan aku melihat pintu belakang terbuka, bergegas
aku berjalan dengan sangat hati hati. Dan yap aku keluar dari
rumah sialan itu.
“Nona! Mau kemana?” shit! Satu bodyguard opa menjegahku.
“sttt… tolong jangan beritahu opa.. kumohon” kataku sembari
berjalan menuju mobil para bodyguard tersebut. Dan bagusnya kunci
mobil masih menempel. Dasar bodoh.
“Nona!!! Kau tidak boleh pergiii!!” teriak salah satu bodyguard
“berpura-pura lah sampai matahari muncul… ini ada sedikit untuk
kalian” seruku menghentikan mobil dan melembar satu kantong
berisi beberapa dollar. Dan aku melajukan mobilku dengan
kecepatan tinggi. Akhirnya
*
            Aku memarkirkan mobil milik bodyguarku disebelah mobil
Selena. Aku rasa aku berangkat sedikit kesiangan, ya karena tidak
ada pelayan yang membangunkanku dan menyiapkan semuanya. Paling
tidak, aku belum terlambat seperti Justin kemarin. Aku berlari
menyusuri koridor menuju kelasku, beruntungnya aku masih ingat
dimana kelasku berada.
“Apa aku terlambat?”tanyaku kepada Selena yang sedang menulis
sesuatu dibuku miliknya. Aku melihat justin dan murid lainya
melakukan hal yang sama.
“sangat Alexa! Untung saja Mrs.Lucy sedang ke toilet” jawab
Selena berbisik.
“hahh… untunglah” kataku duduk dengan lega, tentu saja disebelah
Selena.
“Mrs.Lucy memberi kita semua sebuah tugas. Kita harus membuat
lagu dengan tema mengagumi sesorang. Diberi waktu hanya dalam
15menit” Ujar Selena masih focus pada lembar yang berisi lagu
buatanya.
“Baiklah” jawabku lalu bergegas membuat lagu tentang orang yang
aku kagumi. Entah ada apa dengan otakku. Hanya sekitar 10 menit
aku telah menyelesaikanya. Bahkan selena belum menyelesikan
tugasnya. Padahal aku tak tahu lagu ini didedikasikan untuk siapa.
Aku menoleh kearah Justin. Rupanya dia juga sedang
memperhatikanku. Nah kena kau Justin! Aku hanya tersenyum sinis
kearahnya tapi Justin masih saja menatapku dengan datar.
“Selesai. Sekarang lembar lirik lagu kalian bisa dikumpulkan
sekarang” seru mrs.Lucy yang baru saja masuk kekelas kami.
“Seperti kemarin saya sudah mengatakan bahwa yang akan maju
hari ini adalah…” belum selesai berbicara aku memotongnya.
“Justin Bieber” mulutku dengan lancar mengatakanya dengan volume
tinggi. Shit!
“ya benar, silahkan Justin” ujar Mrs.Lucy membenarkanku dan
tersenyum ke arahku dan Justin secara bergantian.
“Lagu ini saya dedikasikan untuk seseorang yang menarik
menurutku, tentu saja aku sangat mengaguminya dari segi apapun.
Senyumnya, tingkahnya, semuanya…… “ suara serak Justin
memenuhi ruangan kelasku. Sebagian wanita disini senyum-senyum
layaknya orang gila. Bodoh.
And I think his new song is dedicated for his girlfriend, Kendall
Jenner.
“Okay…
I always knew you were the best The coolest girl I know So prettier
than all the rest The star of my show So many times I wished
You'd be the one for me But never knew you'd get like this Girl
what you do to me You're who I'm thinkin of Girl you ain't my
runner up And no matter what you're always number one My prize
posession One and only Adore ya girl i want ya The one I cant live
without That's you that's you You're my special little lady The one
that makes me crazy Of all the girls I've ever known It's you, it's
you My favorite, my favorite
My favorite, my favorite girl My favorite girl
You take my breath away With everything you say I just wanna be
with you My baby my baby oh Promise to play no games Treat you
no other way Than you deserve cuz you're the girl of my dreams
My prize posession One and only Adore ya girl i want ya The one I
cant live without That's you that's you
You're my special little lady The one that makes me crazy Of all
the girls I've ever known It's you, it's you
My prize posession One and only Adore ya girl i want ya The one I
cant live without That's you that's you You're my special little
lady The one that makes me crazy
Of all the girls I've ever known It's you, it's you My favorite, my
favorite My favorite, my favorite girl My favorite girl”
Amazing. Hanya satu kata yang terlontar dari mulutku dengan lirih.
Justin, dia sangat luar biasa. Aku yakin kendall sangat beruntung
memiliki Justin. Dan aku masih heran, bagaimana mungkin seorang
yang berbakat seperti Justin tidak naik kelas?
Prokk prokk… prokk…prok….
Tepuk tangan menyadarkanku dari lamunan. Ternyata di kelasku
sudah banyak murid kelas lain menonton pertunjukan Justin. Ada
beberapa yang ‘fangirling’ ada juga yang sibuk dengan
mengabadikan moment ini, ya mereka merekam pertunjukan Justin.
Justin pantas mendapat ini semua , dia sangat berbakat, suaranya
mampu menghipnotis semua orang.
“Okay so Justin nilai mu sudah tersimpan untuk semester kedepan.
Kau sungguh berbakat Justin. Kau pantas mendapatkan
penghargaan dan menjadi penyanyi yang terkenal kelak. Saya hanya
meminta satu darimu Justin, disiplin dan selalu belajar dari
kegagalan” ujar Mrc.Lucy menepuk bahu Justin. Justin hanya
tersenyum .
“thank you Mrs. I promise” jawab Justin dengan mantap. Lalu mata
kami berpapasan. Aku segera mengalihkan pandanganku ke
Mrs.Lucy. Walaupun dia tidak cantik dan sangat menjengkelkan
setidaknya aku tidak malu dengan Justin karena aku ketahuan
sedang menatapnya.
***
“hei wanita kucing! Menurutmu penampilanku tadi bagaimana?”
ujar seseorang dibelakangku. Aku menoleh dan ternyata Justin.
Rupanya dikelas hanya ada aku dan Justin.
“Bagus” jawabku masih focus membereskan buku-buku yang akan
aku kemas untuk pulang “Tunggu, kau memanggilku kucing????”
Tanyaku menautkan kedua alis.
“ya… kucing” jawabnya dengan santai. Ingin sekali aku membuat
wajah mulusnya rusak “ karena aku sangat membenci
kucing.sangat”
“oh kalau begitu aku akan memanggilmu kuda poni. Karena aku tahu
kuda poni itu bertingkah sok gagah dan selalu mau menang
sendiri”jawabku mendorong bahunya.
“Menurutmu kucing itu memiliki tubuh yang sexy atau tidak” Tanya
Justin seraya menahan tanganku.
“Idiot. Aku tidak punya waktu untuk mengobrol dengan kuda poni
yang bodoh sepertimu!”kataku meninggalkanya dikelas.
Aku akan pulang melewati halaman belakang sekolah karena aku
tahu beberapa mobil orang suruhan opa sudah berada. Sebelum
selena pulang dia juga memberitahuku bahwa diluar sudah ada 3
mobil yang mencariku dan salah satu mobil dikelilingi murid MSC ,
mungkin ada Hailey dan Victoria. Aku tidak mau tinggal di Los
Angeles lagi jadi aku memilih untuk tidak bertemu dengan mereka.
Dan bodohnya pintu belakang di kunci. Jadi aku memanjant sebuah
dinding besar untuk keluar dari MSC. Aku berhasil menaiki puncak
dnding tersebut.
“Alexa! Sayang apa yang kau lakukan?” ternyata Opa dan segenap
bodyguardnya telah sampai dulu menemuiku. Agh…
“Aku bisa menyelamatkan diriku sendiri opa” seruku lalu kakiku
terpeleset dan aku jatuh ke jalan raya namun..
“kau tidak bisa menyelamatkan dirimu sendiri bodoh” ujar
seseorang yang saat ini masih menggendong tubuhku. Syukurlah aku
belum jatuh menghantam aspal jalanan.
“Justin?!”
*


Re-post maaf ya yg post an aku duluu itu entri nya ga jelas,jd aku re-post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar